Beberapa negara memerlukan waktu 10 sampai 30 tahun untuk menurunkan stunting.
BKKBN akan banyak memberikan dukungan baik program maupun dukungan anggaran seperti DAK. Meski begitu, dia meminta agar pemerintah daerah juga menganggarkan dalam APBD.
Dalam kondisi pandemi COVID-19, yakni meningkatnya angka kehamilan di kalangan pasangan usia subur.
BKKBN siap mengerahkan dukungan 13.734 tenaga PKB/PLKB dan 1 juta kader yang tersebar di seluruh desa.
Penyuluh KB yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) berjumlah 13.000 orang, sedangkan petugas lapangan KB nonPNS sebanyak 9.600 orang.
Jabatan fungsional pada hakekatnya memiliki keunggulan yang seimbang termasuk dalam segi hak dan kewajiban serta beban tanggungjawab yang tidak ringan.
Tantangan yang dihadapi pemerintah dalam membangun keluarga yang berkualitas adalah mencari pola dalam mewariskan nilai-nilai luhur tersebut.
Tidak mudah mencapai target tersebut mengingat di situasi pandemi virus corona baru (COVID-19) yang belum diketahui kapan akan barakhir.
BKKBN berada diurutan yang kedua setelah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), disusul Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan (BPKP), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).
Salah satu faktor yang menjadi sumber stunting adalah menikah di bawah umur.