Korea Utara yang bersenjata nuklir telah menembakkan dua rudal balistik tak dikenal dari daerah pedalaman pusatnya ke laut lepas pantai timurnya.
Pertemuan ini digelar sehari setelah Pyongyang mengumumkan bakal melakukan rencana jangka panjang baru uji coba rudal jarak jauh.
Rudal itu adalah senjata strategis yang sangat penting dan terbang 1.500 km sebelum mengenai target mereka dan jatuh ke perairan teritorial negara itu selama uji coba pada hari Sabtu dan Minggu.
Rudal tersebut menempuh jalur penerbangan 1.500 km, termasuk pola angka delapan di atas Korea Utara dan perairan teritorialnya untuk mencapai target mereka.
Tes terbaru menyoroti kemajuan yang stabil dalam program senjata Pyongyang di tengah kebuntuan pembicaraan yang bertujuan membongkar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara dengan imbalan keringanan sanksi Amerika Serikat (AS).
Korea Utara yang tertutup telah lama menuduh AS dan Korea Selatan mempraktikan kebijakan bermusuhan terhadap Pyongyang.
Ketiga negara telah membahas cara untuk memecahkan kebuntuan dengan Korea Utara mengenai senjata nuklir dan program rudal balistiknya, yang telah menarik sanksi internasional.
Pyongyang terus mengejar program senjata nuklir dan rudal balistiknya, yang mendapat sanksi internasional selama keterlibatan diplomatik beberapa tahun terakhir dan menggunakan set-piece untuk memamerkan perkembangan terbarunya.
Rudal itu dicegat di atas kota Dammam, menurut seorang sumber anonim dan laporan media sosial. Koalisi menyalahkan serangan itu pada pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran. Tidak ada klaim tanggung jawab langsung di media yang dikelola Houthi.