Angka konsumsi ikan Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan, yakni dari 41,11 kg/kapita tahun 2015 menjadi 50,69 kg/kapita di tahun 2018, dan tahun ini ditargetkan menjadi 55 kg/kapita
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengklarifikasi rencananya melakukan ekspor benih lobster, yang sudah dilarang oleh Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, diperkirakan 30,8 persen balita di Indonesia mengalami stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek untuk usianya.
Menurut dia terobosan itu dapat mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), guna memenuhi asupan gizi masyarakat.
Penghargaan ini diberikan kepada Komite Teknis 65-05: SNI Produk Perikanan dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) KKP, Komite Teknis 65-08: SNI Produk Kelautan/Perikanan Non-Pangan.
Edhy menyebut Indonesia adalah negara pengekspor mutiara nomor lima di dunia, meskipun nilai ekspor pada 2018 masih sekitar US$47,27 juta.
Kontes ini merupakan ajang silaturahmi bagi para pencinta ikan cupang, dan edukasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai kecantikan dan keindahan corak ekor ikan cupang.
Menurut dia, kebijakan afirmatif yang berpihak pada UMKM salah satunya dengan memberikan bunga yang rendah kepada pelaku usaha UMKM.
KKP mengajak Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), menggencarkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
PIM ini menyusul dua PIM yang masing-masing berdiri di Muara Baru, Jakarta Utara, dan Soreang, Bandung, Jawa Barat.