berkurangnya ataupun menghilangnya besaran upah selain merugikan para pekerja, konsumsi rumah tangga yang mengalami penurunan juga menjadi sumber utama terkontraksinya perekonomian Indonesia akibat pandemi.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kebijakan pemerintah mengurangi alokasi pupuk subsidi jenis urea untuk Jawa Timur.
Kelompok masyarakat miskin saat ini masih kesulitan untuk mengakses bantuan subsidi energi seperti BBM, listrik, dan LPG.
Kalangan dewan menilai kebijakan subsidi energi penting untuk dibenahi. Hal itu penting dilakukan sebagai salah satu instrumen pemerataan akses ekonomi dan pembangunan nasional.
Tahun ini pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk petani di Lampung Barat sebanyak 17.845 ton.
Tahun 2021 pagu anggaran subsidi sebesar Rp 25,276 triliun dengan volume 7,2 juta ton.
Kalangan dewan menyesalkan peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 tertanggal 30 Desember 2020 yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beberapa jenis pupuk bersubsidi sektor pertanian.
Politisi Gerindra ini juga meyakini dengan cara tersebut, ketergantungan komoditas pangan yang selama ini masih diimpor seperti kedelai, gula, jagung, bawang putih dan beras bisa diatasi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku heran lantaran puluhan triliun dana yang sudah disalurkan kepada petani belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap negara.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung ketahanan pangan dan meminta pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi.