Sedangkan lapisan pertama yakni ideolog. Dimana, lapisan ideolog memberikan paham-paham radikal untuk berbuat aksi terorisme.
Presiden Jokowi mengaktifkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk ikut memerangi atau memberantas tindak kejahatan terorisme dan radikalisme.
Tri pusat pendidikan yang dimaksud ialah keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang selama ini memberikan pengaruh dalam pembentukan watak
Politikus PDIP mengapresiasi pembentukan Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopsusgab) sebagai wujud kehadiran negara memberantas terorisme di tanah air.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, aksi terorisme yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia, harus dipelajari lebih dalam asal muasalnya.
Kesenjangan, baik sosial, pendidikan, sampai keadilan hukum menjadi lahan subur terorisme di tanah air. Hal itu yang perlu dibenahi untuk mencegah aksi terorisme meluas.
Pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk pemberantasan terorisme dipertanyakan. Pasalnya, badan baru ini akan berbenturan dengan badan yang sudah ada.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk bersikap satu suara dalam pembahasan RUU Anti Terorisme. Hal tersebut menjadi salah satu isi dari pidato sambutannya dalam Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2017–2018.
Salah satu penceramah yang dicopot yakni jubir eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto.
Aman dianggap pihak bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, dan menjadi aktor utama beberapa serangan lain di Indonesia.