Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil (bumil) tidak lebih berisiko terjangkit virus corona baru (Covid-19), dibandingkan dengan perempuan lain.
Sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menemukan sebuah virus raksasa yang berukuran tiga kali lebih besar dari virus corona baru (Covid-19).
Giuseppe Remuzzi mengungkapkan bahwa virus corona baru (Covid-19) akan hilang sebelum vaksin berhasil dikembangkan.
Penelitian ini merujuk pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit yang mengakibatkan penderitanya kesulitan bernapas akibat sering menyedot asap rokok.
Sebaliknya, studi itu mengungkapkan adanya hubungan yang kuat antara berkurangnya penyebaran virus dengan pembatasan pertemuan massal, penutupan sekolah, dan jarak sosial (social distancing).
Dari jumlah tersebut hanya 82 pasien yang memakai famotidine akhirnya gagal bertahan hidup.
Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian terbaru dari Departemen Kesehatan China, yang menyebut bahwa Covid-19 dapat menular lewat sperma.
Virus tersebut melakukan perjalanan dengan cepat ke negara bagian AS, sebelum akhirnya menjadi strain paling dominan di dunia sejak pertengahan Maret.
Sebuah penelitian di Prancis menemukan bahwa perokok memiliki peluang lebih kecil terinfeksi virus corona baru (Covid-19), dibandingkan para non-perokok.
Hasil penelitian ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucapyptus dalam mencegah infeksi virus, yang diharapkan dapat juga untuk digunakan mencegah paparan COVID-19.