Menduduki posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS), Brasil telah mencatat lebih dari 4 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan jumlah kematian resmi meningkat menjadi 124.614.
Penelitian dari Universitas Bristol di Inggris menemukan bahwa hidrokortison, steroid antiinflamasi, mengurangi risiko kematian pada pasien yang sakit parah hingga 31%.
Berbagai operasi untuk membersihkan Mesir dari para ekstremis telah mengakibatkan kematian 77 militan.
Kementerian mencaatat kasus dan kematian pada Minggu cenderung memiliki jumlah COVID-19 yang relatif rendah di Brasil karena penundaan pengujian oleh pemerintah negara bagian.
Pernyataan itu dilontarkan dalam rangka memperingati Hari Perang Nasional Melawan Terorisme setiap 29 Agustus, dan mengenang kematian Presiden Mohammad Ali Rajaei, dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar pada 1981 silam.
Kematian Demas Laira dinilai banyak kejanggalan, diduga bahwa kasus pembunuhan tersebut berkaitan dengan pemberitaan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jumlah kematian akibat virus korona global telah melampaui 732.000 orang, dengan jumlah kasus di seluruh dunia melebihi 19,9 juta.
Saat ini, AS memimpin dunia dalam kasus COVID-19 dan kematian yang dikonfirmasi, dengan lebih dari 5 juta kasus tercatat dan lebih dari 162.000 kematian.
Brasil, tempat kasus virus korona pertama dikonfirmasi pada 26 Februari, berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat untuk jumlah kasus COVID-19 dan kematian terbesar.
215 kematian dalam 24 jam terakhir membawa jumlah kematian gabungan ke 17.405 di Iran