Tahun 2023 ini saya katakan dengan meminjam istilah Bung Karno adalah ‘Tahun-Tahun Menyerempet Bahaya’ atau ‘Vivere Pericolosso’. Kenapa? Karena tahun ini adalah tahun di mana bangsa Indonesia akan diuji soliditas dan semangat persaudaraan kebangsaannya dalam menghadapi tahun politik.
Alasan pertama tentunya perkembangan politik di republik ini, tentunya yang jelas kami adalah partai yang banyak di dukung kaum milenial, tokoh-tokoh muda.
Ya, tidak perlu lagi ditanya apakah setuju kalau calonnya si A atau si B. Sebab semuanya sudah sepakat nama cawapres yang ada di kantong Prabowo tersebut. Jadi tidak relevan lagi pertanyaan setuju atau tidak setuju.
Pasangan AMIN menjawab dengan cara yang sangat elegan. Mereka tidak membalas cercaan, tetapi mereka membalas dengan hasil nyata dan berhasil mendaftarkan diri sebagai peserta Pilpres.
Kalau jagoan kan munculnya belakangan ya, silakan yang lain gas, nanti kalau sudah berjalan baru Pak Prabowo main.
Sandiaga merupakan salah satu kandidat yang diusung PPP sebagai cawapres pendamping Ganjar di Pilpres 2024. Namun, poros pendukung Ganjar memilih Mahfud sebagai cawapres.
Mudah-mudahan jadi awal legalitas terpenuhi dan insya Allah saya dan Mahfud melalui visi dan misi program yang kita siapkan akan cepat membawa Indonesia maju lebih lincah lagi.