Perkembangan kankernya, ditambahkan Irianti, sangatlah cepat. Tapi ia bersyukur karena tidak menunda melakukan cek medis dan tidak berlari ke pengobatan alternatif.
Lisnawati yang selalu ceria dan semangat ini kini mengisi hari-harinya dengan memberikan motivasi pada sesama penyintas.
“Terkadang saya ingin memindahkan penyakit istri saya ke tubuh saya, kalau melihat dia sudah tidak kuat"
Begitu vonis dokter dijatuhkan Anisah belum bisa ikhlas, lambat laun ia menyadari jika ikhlas-lah yang menguatkannya sampai saat ini.
Tak mudah memberikan edukasi mengenai betapa pentingnya deteksi dini dan pengobatan Kanker Payudara di Bali. Mengapa?
Kanker serviks banyak ditemukan pada perempuan usia produktif dan seringkali diketahui saat stadium lanjut.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2012 di Indonesia, sebanyak 26 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks
Ternyata gaya hidup sehat saja tak cukup bisa mencegah sel kanker payudara dalam diri Neni Ismail.
Sampai pada di titik seperti sekarang ini, Ellen membutuhkan banyak kesabaran, ikhlas dan semangat yang tinggi dalam menghadapi Kanker Payudara.
Kebiasaan laki-laki yang cenderung abai melindungi diri dari matahari, dinilai sebagai salah satu penyebabnya.