IRGC menembak jatuh drone mata-mata AS yang menyusup di provinsi pantai selatan Iran Hormozgan pada 20 Juni.
IRGC mengatakan menggunakan sistem pertahanan udara Khordad 3 yang dikembangkan dalam negeri, pertama kali diluncurkan pada tahun 2014, untuk menembak jatuh drone AS yang canggih.
Gesekan antara AS dan Iran berada di puncaknya sejak Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menjatuhkan drone mata-mata milik AS.
Kekuatan musuh-musuh Iran sedang menurun sedangkan Republik Islam mungkin tumbuh.
Namun baru-baru ini, pemerintah AS telah menghentikan retorikanya, dengan Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada pembantunya untuk menghindari bentrokan militer dengan Iran.
Jenderal Salami juga mengatakan, kedekatan pasukan Amerika dengan Iran telah memberi IRGC peluang untuk memobilisasi pasukannya.
Iran telah memperingatkan bahwa pasukan IRGC Iran dan CENTCOM AS dapat terlibat dalam bentrokan satu sama lain di mana pun di dunia
Amerika Serikat memasukkan daftar hitam Pengawal Revolusi elit Iran (IRGC) dan menuntut agar para pembeli minyak Iran
Presiden AS Donald Trump pada 8 April menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai entitas teroris.
Trump resmi memasukkan elit Iran Revolutionary Guard Corps (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris,