Setelah perayaan Idulfitri atau Lebaran yang penuh dengan momen kebahagiaan dan hidangan lezat, tubuh kita sering kali membutuhkan penyesuaian kembali untuk menjaga kesehatan. Meskipun godaan makanan berat masih ada, penting untuk perlahan kembali ke pola makan sehat yang seimbang
Memasuki bulan Syawal, setelah merayakan Idulfitri, sebagian masyarakat Indonesia dari berbagai daerah ada yang menyemarakkan bulan kesepuluh Hijriah ini dengan tradisi yang tak hanya mempererat silaturahmi, namun juga menggambarkan keragaman budaya yang mempesona.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengecek kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar untuk menghadapi arus balik Idulfitri 2025, pada Sabtu (5/4).
Momen Idulfitri atau Lebaran biasanya penuh kebahagiaan, di mana keluarga dan kerabat berkumpul, menikmati hidangan khas, serta berbagi kebahagiaan. Namun, tak jarang, kebiasaan makan berlebih saat dan setelah lebaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius
Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan dinanti oleh umat Islam, tidak hanya karena adanya perayaan Idulfitri dalam bulan tersebut tetapi juga karena adanya kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal
Momen Idulfitri atau Lebaran sering kali identik dengan hidangan lezat yang menggoda selera seperti ketupat, opor, rendang, hingga cemilan serba manis. Setelah berbulan-bulan berpuasa, tubuh cenderung menginginkan berbagai makanan kaya kalori, gula, dan lemak
Syawal, bulan kesepeluh dalam kalender Hijriah, yang terletak antara bulan Ramadan dan Dzulkaidah, seringkali disebut sebagai bulan kemenangan bagi umat Islam. Istilah ini muncul seiring dengan perayaan Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal
Bulan Syawal, yang terletak setelah Ramadhan dan menjelang Dzulkaidah, bukan sekadar bulan untuk merayakan kemenangan, momen Idulfitri, tetapi juga memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Syawal merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan
Pada hari Idul Fitri (31 Maret 2025), tercatat sebanyak 28.930 orang menggunakan MRT. Sementara pada H+1 Idul Fitri (1 April 2025), angka tersebut meningkat menjadi 47.176 orang.
Langkah-langkah kita itu sebetulnya untuk menaikkan daya beli masyarakat menjelang Idulftri, pas lagi kemarin bulan puasa gitu.