Sejak kontributor Washington Post itu tewas di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menuai banyak kritikan internasional.
Erdogan telah lama bersikeras bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul empat bulan lalu berasal dari pesanan pejabat tingkat tertinggi pemerintah Saudi.
Pemerintah Pakistan menutup kantor konsulatnya di kota Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara setelah dugaan ancaman teror pada Minggu (27/01) waktu setempat.
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan internasional yang meningkat pada Arab Saudi setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Istanbul di kerajaan pada 2 Oktober.
Erdogan juga mengecam Riyadh karena laporannya yang tidak konsisten terkait pembunuhan Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober.
Intruksi ini berlaku di semua bangunan umum, pos militer dan stasiun angkatan laut, kapal angkatan laut, dan konsulat dan kedutaan AS di luar negeri.
Kronologi kejadinnya bermula saat empat pria bersenjata berusaha memasuki konsulat, tetapi dicegat oleh penjaga keamanan di sebuah pos pemeriksaan.
Arab Saudi menolak adanya eksploitasi politik terkait kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengeluarkan pernyataan yang akan membuat geram Donald Trump. Pasalnya, dalam pernyataannya tersebut Zarif seolah mengejek sikap Trump atas kasus Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Arab Saudi.
Masalah deportasi Gulen, yang Turki telah lama menuntut harus diekstradisi, dan penyelidikan pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi adalah dua masalah terpisah