Pertemuan tersebut, pada 20 Oktober hingga 21 Oktober, dijadwalkan seminggu setelah penasihat Administrasi Makanan dan Obat AS mempertimbangkan perlunya dosis booster kedua vaksin.
Orang yang lahir pada 1991 atau lebih baru yang telah menerima suntikan Moderna pertama, sekitar 81.000 orang, tidak akan mendapatkan suntikan Moderna kedua.
AstraZeneca adalah salah satu penyedia utama program vaksinasi Inggris, bersama dengan rekan-rekan Amerika Serikat (AS) Moderna dan Pfizer.
Pihak berwenang Jepang pada Agustus menangguhkan penggunaan tiga batch suntikan Moderna yang mengandung 1,63 juta dosis setelah diberitahu tentang kontaminasi.
Brunei akan memberikan jumlah vaksin yang sama kembali ke Singapura di kemudian hari.
Vaksin mRNA Sanofi, teknologi terobosan yang digunakan oleh saingan Pfizer-BioNTech dan Moderna memiliki hasil positif dalam uji klinis fase satu dan dua.
Beberapa orang dengan gangguan sistem kekebalan di Amerika Serikat telah memenuhi syarat untuk menerima dosis ketiga vaksin Pfizer atau Moderna sejak awal Agustus.
Bancel beraharap, pemerintah menyetujui booster vaksin COVID-19 untuk orang yang sudah divaksinasi karena pasien berisiko yang divaksinasi musim gugur lalu tidak diragukan lagi membutuhkan penyegaran.
Pejabat kesehatan mengisyaratkan booster pada akhirnya akan direkomendasikan untuk sebagian besar populasi, tetapi mendesak warga AS untuk tidak mencari dosis booster hingga mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).
Data baru dari uji coba besar vaksin COVID-19 Moderna menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkannya berkurang dari waktu ke waktu.