Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjanjikan sejumlah insentif bagi program studi (prodi) diploma empat (D-4) atau sarjana terapan.
Dua program tersebut ialah Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)–Diploma Dua (D-2) Jalur Cepat, dan Program Peningkatan Prodi Diploma Tiga (D-3) menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat/D-4).
Wikan mengatakan nantinya para praktisi baik dari dalam maupun luar negeri tersebut, diberikan waktu 50-100 jam per program studi (prodi) dalam satu semester.
PNP merupakan satu dari empat politeknik negeri yang juga membuka prodi S2 terapan, selain Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Medan, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Regulasi tersebut tertera dalam Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 7 Tahun 2020, tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.
Terdapat sejumlah program studi (prodi) yang menjadi incaran para pendaftar, yang membuat proses persaingan lebih berat.
Prosesi wisuda bertajuk ‘Tantangan Islam di Era Dunia Baru 4.0’ tersebut diikuti oleh 60 wisudawan yang terdiri dari 25 mahasiswa Program Studi (Prodi) Akidah dan Filsafat Islam, dan 35 mahasiswa Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir.
salah satu alasan prodi Mekatronika menjadi favorit karena prodi tersebut ilmu ini menggabungkan atau mensinergikan disiplin ilmu Mekanika, ilmu Elektronika dan Informatika
Buktinya, hingga hari ini sudah 150-200 orang mendaftar di dua program studi (prodi) yang disediakan. Padahal kuota yang dibuka hanya 100 mahasiswa.
Dalam program tersebut mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah di luar program studi (prodi) seperti pengabdian di desa selama tiga semester