Trump sedang menugaskan mata-mata untuk mencari tahu lebih lanjut asal-usul virus, yang pada awalnya disebut muncul di pasar Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotis, tetapi sekarang diperkirakan berasal dari laboratorium penelitian virus di dekatnya.
Pompeo mengatakan setuju dengan pernyataan intelijen AS bahwa COVID-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik berdasarkan pada konsensus ilmiah yang luas.
Trump mengklaim sudah melihat bukti untuk membuktikan bahwa pandemi COVID-19 menyebar dari Institut Virologi Wuhan.
Gates, yang kini aktif dalam yayasan yang mempelajari soal pandemi selama bertahun-tahun, menepis tuduhan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa bahwa China menutup-nutupi Covid-19, ketika pertama kali muncul di Wuhan pada Desember lalu.
Ini merupakan upaya lebih lanjut AS, setelah menyuarakan tuduhan bahwa virus corona baru (Covid-19) bocor dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan.
Agen intelijen AS sudah menyadari wabah itu ketika menyebar awal di Kota Wuhan di China Tengah.
Gelombang kedua infeksi di China setelah penguncian 76 hari di Wuhan terjadi pada saat para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang COVID-19.
Kementan mencatat terdapat permohonan pemeriksaan di Karantina Pertanian Belawan untuk produk samping kelapa sawit berupa janjang kosong, jangkos atau plam fiber ke China.
Dan bila saja Beijing tidak menempuh kebijakan karantina wilayah, maka China berpeluang akan mencatatkan 700.000 kasus positif.