Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian paling rentan terhadap perubahan iklim karena berpengaruh terhadap pola tanam, waktu tanam, indeks pertanaman, produksi, dan kualitas hasil.
Kementerian Pertanian harus melakukan terebosan dan langkah cepat dalam mengantasipasi El Nino dan puncak musim kemarau pada Agustus-September.
Lewat Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol.7, Kementan Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan
Hadapi Ancaman Pangan Global, Kementan Dorong Petani Muda Ambil Peluang
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengembangan SDM pertanian mutlak dilakukan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi dalam penyediaan pangan dan mengantisipasi perubahan iklim yang terjadi.
Dengan adanya informasi prakiraan iklim yang akurat, maka kemungkinan terjadinya gagal panen dapat dihindari dengan cara menyesuaikan sistem budidaya atau manajemen pola tanam.
SYL mengatakan selama ini komoditas sawit merupakan komoditas andalan yang dibutuhkan dunia. Karena itu program PSR harus diperluas ke semua sentra di seluruh Indonesia.
Kementan mengoptimalkan vaksinasi pada hewan khusus ruminansia seperti sapi, kerbau, dan kambing/domba untuk mengendalikan penyakit antraks di Gunung Kidul.
Di tengah tantangan sektor pertanian saat ini, Mentan minta seluruh pelaku pertanian fokus bekerja dalam mempersiapkan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani Indonesia.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Musrenbangtannas 2023 merupakan kegiatan yang sangat penting dan menjadi wadah untuk mempersiapkan strategi dan langkah kongkrit yang tepat dalam mengantisipasi tantangan sektor pertanian yang beragam.