Guna menghindari kecurigaan pasukan Maute, Norodin mengajarkan mereka berteriak Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar) saat melalui pos-pos penjagaan.
Pelaku tersebut diketahui memakai topeng dan kemeja hitam.
Seluruh WNI dibawa ke Bandara Laguindingan, Mindanao Utara, dan langsung diterbangkan ke Davao City.
Polisi dan petugas kemanan memberlakukan jam malam dan meningkatkan penjagaan menyusul laporan bahwa gerilyawan Islam di Iligan
Khairul juga meminta pemerintah segera memastikanasib dan status n para WNI yang tengah berada di Marawi Filipina
Bobby juga menghimbau pemerintah memperkuat pengawasan lalu lintas RI dengan Filipina
Duterte bahkan siap membayar dan menyediakan tempat tinggal permanen, jika para pemberontak mau mengalahkan musuh pemerintah
Bahkan, dalam beberapa kejadian mayat-mayat korban penembakan diikat dan dilabeli dengan tulisan “munafik”.
Angkatan bersenjata Filipina menggunakan helikopter menembakkan sejumlah roket ke markas militan Islam di Marawi
16 orang WNI tersebut merupakan bagian dari kelompok majelis taklim yang sedang melakukan ibadah keliling-keliling tempat ibadah di daerah selatan Filipina.