Presiden sekaligus mendoakan agar para korban luka segera pulih dan sembuh sementara mereka yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Pejabat negara dan elite politik di tanah air sebaiknya tidak saling curiga dan mengaitkan insiden bom gereja yang terjadi di Surabaya dengan politik.
Pernyataan itu disampaikan terkait ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi.
Aparat keamanan khususnya kepolisian diminta untuk menindak tegas terhadap terorisme yang meresahkan serta memecahbelah persatuan dan kesatuan di Indonesia.
Jumlah korban insiden bom di gereja Surabaya bertambah menjadi 13 orang hingga sora hari ini. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka hingga puluhan orang.
Terorisme merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.
Menurut Malik, di berbagai belahan dunia manapun, terorisme merupakan tindakan yang tak dapat dimaafkan.
Apalagi hal itu dilakukan berdekatan dengan hari besar umat Kristen dan jelang bulan Ramadan yang suci bagi umat Islam.
Polisi juga harus membongkar jaringan teroris mana yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Peristiwa pemboman di gereja Surabaya pagi ini (13/5) tak boleh menjadikan warga bangsa terpecah belah dalam menyikapinya.