Presiden Filipina Rodrigo Duterte berencana mengunjungi Laut China Selatan yang tengah disengketakan oleh enam negara Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam,Taiwan dan China.
Bagi para mendemo, kebijakan itu dikhawatirkan memicu terulangnya pemerintahan otoriter yang pernah terjadi di masa kepemimpinan diktaktor Ferdinand Marcos.
Ribuan warga Filipina turun ke jalan pada Sabtu (26/2) memperingati ulang Tahun 1986 atas pemberontakan diktator Filipina,Ferdinand Marcos
Sejak Presiden Duterte memberlakukan hukuman mati pada tujuh bulan lalu, sudah 7.600 orang tewas atas kasus narkoba.
Di Filipina rata-rata lebih suka dengan kopi yang rasa manis.
Empat orang tewas dan lebih dari seratus lainnya mengalami luka-luka setelah gempa kuat melanda Pulau Mindanao di Filipina Selatan, pada Jum`at malam lalu
Presiden berusia 71 tahun tersebut melayangkan ancaman untuk membunuh warganya yang tidak mematuhi membayar pajak.
Presiden Rodrigo Duterte telah memerintahkan untuk mengalahkan kelompok gerilyawan tersebut dalam enam bulan.
Tiga kapal lain yang diduga menyaksikan kejadian penculikan tersebut, belum merapat ke darat.
Sebelumnya, rencana pendistribusian kondom oleh Departemen Kesehatan di sekolah-sekolah di Filipina ditentang oleh sejumlah pejabat pemerintahan.