Sosialisasi Empat Pilar MPR di Pulau Panjang itu, selain dihadiri oleh Muslim Ayub juga dihadiri Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal MPR Maifrizal
Dalam kesempatan yang sama, Ibas menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dibumikan kembali oleh seluruh rakyat Indonesia.
Mungkin layak disebut sebuah eksperimen, mengkolaborasikan dua kesenian tradisional Jawa, yakni wayang kulit dan wayang wong, dalam satu panggung, satu lakon cerita, dan satu dalang. Hasilnya, sebuah tontonan yang cukup memikat.
Wakil Ketua MPR Mahyudin mengajak ibu-ibu yang mengikuti majelis taklim untuk mempelajari agama dengan benar.
MPR mensosialisasikan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah karena bangsa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan.
Wayang golek yang popular dengan tokoh Cepot, malam itu melakonkan kisah `Sasrajingga Ngadeg Raja`.
Sekretariat Jenderal MPR RI bekerjasama dengan Yayasan AD Centre Provinsi Gorontalo dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR menggelar ‘Festival Budaya Islam
acara ini adalah untuk mengajak para bloger ikut serta menyebarluaskan nilai-nilai Empat Pilar menurut cara dan gaya masing-masing bloger.
Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode seni dam budaya, lanjut Melani, adalah cara luarbiasa dari MPR untuk menjaga serta melestarikan seni dan budaya bangsa.
Menurut anggota MPR dari dapil Gorontalo ini, karena Pancasila itu sudah lama tidak ada pikirannya, dan Pancasila sudah lama pula tidak ada di lidahnya.