Tak dapat dipungkiri bahwa perguruan tinggi unggulan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain akreditasi, fasilitas, berbagai inovasi dan prestasi, keberadaan guru besar juga menjadi faktor tingginya kualitas sebuah perguruan tinggi.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah rampung melaksanakan program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2 pada 18 Desember 2021 lalu.
Begitu tiba di lokasi, Puan mendapat sambutan hangat dari para siswa peserta vaksinasi dan guru, termasuk sang Kepala Sekolah, Drs Slamet Marjuki. Pelaksanaan vaksinasi di SDN 1 Sawahan diikuti oleh 259 orang mulai dari siswa kelas I hingga kelas VI bekerja sama dengan Puskemas Kecamatan dan Kepolisian.
Miris sekali, ribuan guru honorer masih terkatung-katung nasibnya. Tahun berganti tahun, namun kesejahteraan dan kepastian status ketenagakerjaan mereka masih terabaikan. Sementara Pemerintah malah sibuk mengedepankan nafsu memindahkan ibukota sesegera mungkin. Sangat memprihatinkan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah diawasi dengan ketat.
Dengan kurikulum prototipe, dimungkinkan ruang improvisasi guru diperlebar sehingga guru dapat mengakselerasi dan mencari model terbaik dalam pembelajaran.
Masa depan bangsa ditentukan orang tua dan para guru
Penyuluh petanian, termasuk widyaiswara, dosen, dan guru harus mempunyai minimal dua karakter baik, yaitu karakter etos dan karakter ibadah.
Mereka yang mendapat penghargaan tersebut, terdiri dari penyuluh pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan dan Swadaya (P4S), petani milenial, widyaiswara, dosen, dan guru.
Berdasarkan data yang ada sebanyak 524.000 yang sudah terdaftar dan sebanyak 173.000 yang diterima dalam tahap 1 dan saat ini rekrutmen P3K dalam proses Tahap 2.