Satu penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) kembali ditemukan Badan SAR Nasional (Basarnas).
Berdasarkan laporan yang diperoleh Polri, hingga saat ini ada 94 penumpang kapal KM Sinar Bangun yang dinyatakan hilang di Danau Toba.
Saat musibah terjadi sejumlah penumpang memilih untuk terjun ke danau.
Sesuai perkiraan penumpang pejalan kaki mulai mengalami peningkatan pada H+3 atau Selasa (19/6) hingga Rabu (20/6) atau H+4.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan masih ada puluhan penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang hilang di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Diperkirakan sekitar 39 penumpang hilang.
Penumpang akan memperoleh diskon sebesar 30 persen selama operasi yang memakan waktu sejak 12 Juni hingga 20 Juni mendatang.
Namun tidak jarang kapal nelayan (Jolloro) itu digunakan oleh masyarakat pulau sebagai kapal penumpang yang akan menyeberang ke daratan untuk membeli kebutuhan.
Sementara puluhan penumpang lainnya dievakuasi dalam kondisi selamat. Kecelakaan KM ini terjadi di Perairan antara Pulau Kayangan dengan Tanggul Reklamasi.
Sebuah Kapal Tradisional yang mengangkut puluhan penumpang mengalami kecelakaan dan tenggelam, di Makassar, Rabu (13/6).
Insiden terkait bau itu bukan pertama kalinya. Pesawat Transavia terpaksa mendarat darurat karena seorang penumpang tak henti-hentinya kentut.