Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Balitbangtan kepada seluruh pegawai, termasuk para THL. Apalagi, di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
BPTP Balitbangtan Kepri siap mendukung dari segi kajian dan pendampingan teknologi demi suksesnya kemandirian pangan di Provinsi Kepulauan Riau.
Kedelai biosoy sendiri merupakan varietas unggul baru (VUB) rakitan Balitbangtan yang memiliki karakter biji besar dengan produktivitas mencapai 3,5 ton per hektare.
Sesuai dengan deskripsinya, jagung varietas JH 37 termasuk jagung yang berumur sedang, karena umurnya 99 hari setelah tanam sudah bisa dipanen.
Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari makanan, minuman, vitamin serta alat pelindung diri (APD).
Berdasarkan pemantauan di lapangan yang dilaksanakan BPTP Balitbangtan Papua pada akhir Maret dan awal April, setidaknya Nabire dan Merauke telah menunjukan aktivitas panen.
Momen tersebut harus menjadi kesempatan bagi peneliti-peneliti Balitbangtan untuk membuktikan kemampuannya di lembaga penelitian internasional.
Pengukuhan tersebut menambah jumlah Profesor Riset di Balitbangtan, Kementan menjadi 143 orang, sementara untuk tingkat nasional menjadi 548 orang.
Selain dukungan benih, Balitbangtan juga menyelenggarakan bimbingan teknis bagi para Kepala Desa, Koramil, Kapolsek, Penyuluh tentang pengetahuan akar wangi.
Komite II DPD RI akan memberikan dukungan dalam hal regulasi agar program pengembangan benih jagung hibrida lebih berpihak kepada hasil inovasi Balitbangtan.