Korban tewas akibat ledakan besar yang mengguncang ibukota Lebanon, Beirut pada hari Selasa telah mencapai 100 dan lebih banyak korban berada di bawah puing-puing.
Pengadilan Lebanon sudah diberitahu enam kali bahwa amonium nitrat yang disimpan di Pelabuhan Beirut berbahaya dan pejabat bea cukai meminta untuk mengekspornya kembali.
Presiden Ameirka Serikat (AS), Donald Trump menduga ledakan itu sebagai serangan.
Korban tewas akibat ledakan besar yang mengguncang Beirut pada hari Selasa telah mencapai 100
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyatakan belasungkawa setelah ledakan mengerikan di Beirut yang katanya juga telah melukai beberapa personil PBB.
Terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.
Diperkirakan, 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di Pelabuhan Beirut meledak pada Selasa sore. Hingga Selasa malam, sedikitnya 78 orang dilaporkan tewas dan 4.000 lainnya terluka.
Presiden Donald Trump menuding bahwa ledakan besar di pelabuhan utama Libanon yang mengguncang Beirut mungkin disebabkan oleh serangan