Pakistan dan India makin memanas. Kedua negara dikabarkan sudah siap saling menyerang satu sama lain di perbatasan Kashmir.
Serangan itu diklaim dilakukan Jaish-e-Mohammed, sebuah kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan, meskipun pelaku bom bunuh diri warga dari Kashmir, India.
Langkah itu dilakukan menyusul serangan pekan lalu, yang diklaim oleh gerilyawan yang bermarkas di Pakistan, terhadap pasukan India di Kashmir yang disengketakan yang menewaskan sedikitnya 40 tentara paramiliter.
India akan mengalihkan air dari sungai-sungai timur dan memasoknya kepada rakyatnya di negara bagian Jammu, Kashmir dan Punjab.
Saat itu, Perdana Menteri Azad Kashmir, Raja Farooq Haider Khan sedang ke desa terdekat untuk memberikan belasungkawa kepada keluarga seorang politisi lokal yang meninggal.
Operasi militer dihentikan pada 16 Mei di awal bulan puasa Ramadan, kendati ada eskalasi kekerasan selama berbulan-bulan di wilayah Himalaya mayoritas Muslim.
Seorang juru bicara Pasukan Polisi Cadangan Pusat mengatakan insiden itu adalah kecelakaan dan terjadi ketika para demonstran melemparkan batu dan mencoba untuk mengalahkan kendaraan lapis baja.
Beberapa detik yang lalu sebuah peluru nyaris saja mendarat mulus di tubuhnya.
Ledakan bom di Wilayah Jammu Kashmir menewaskan empat anggota kepolisian dan dua lainnya terluka.
Kematiannya memicu protes dan bentrokan yang meluas di beberapa bagian di Kashmir.