Investigasi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan bukti bahwa pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan sebelumnya.
Dibayangi oleh perpecahan dan masalah internal, termasuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, krisis Dewan Kerjasama Teluk (GCC), perang regional, dan Brexit, KTT itu bertujuan untuk memperkuat hubungan Arab-Eropa.
Kebijakan itu di tengah hubungan yang merenggang antara AS dan Arab Saudi menyimusul pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi di Istanbul.
Hingga sekarang, tidak ada yang dilakukan terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi
Peneliti di S. Rajaratnam School of Internation Studies, Singapura, James M Dorsey, menyebutkan bahwa dengan cara itulah ia ingin membuktikan dirinya bukan paria Internasional.
Meskipun Pompeo mengatakan pembunuhan itu tidak dapat dibenarkan, dia menegaskan bahwa AS memiliki hubungan penting dengan kerajaan Arab Saudi dan dia berencana memastikan agar hubungan itu terjalin dengan baik.
AS akan mengambil lebih banyak tindakan untuk meminta pertanggungjawaban semua yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.
Pada Desember 2018, para senator AS juga membenarkan klaim bahwa Khashoggi dibunuh.
Arab Saudi menegaskan tidak mengetahui lokasi jasad jurnalis Jamal Khashoggi, kendati sudah menahan para pelaku pembunuhan wartawan tersebut.
Seorang pejabat senior administrasi mengatakan kepada media AS bahwa Trump mempertahankan kebijakannya untuk menolak bertindak atas permintaan komite kongres.