Bambang Brodjonegoro memastikan alat tes cepat (rapid test) buatan anak bangsa lebih unggul dibandingkan buatan asing, termasuk China.
Pendanaan yang diberikan melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 tersebut juga dimaksudkan untuk melakukan diseminasi hasil penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) Covid-19, serta mendorong hilirisasi.
Disampaikan oleh Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, waktu pengajuan proposal riset berdurasi selama tiga tahun tersebut telah dibuka 17 Februari 2020 lalu, dan akan berakhir pada 30 Mei 2020 pukul 15.00 WIB nanti.
Bambang Brodjonegoro mendorong para peneliti untuk menemukan suplemen dan vaksin virus corona atau Covid-19.
Pasalnya, menurut Bambang, Indonesia memiliki kekayaan biodiversiti yang dapat diekstraksi menjadi obat herbal, untuk selanjutnya diuji klinis sebagai obat modern.
Menristek mendorong STP yang merupakan ujung dari rangkaian kegiatan riset dan inovasi, harus memunculkan produk-produk inovatif yang dihasilkan.
Bambang Brodjonegoro mengatakan para siswa sekolah menengah saat ini akan menghadapi lapangan pekerjaan yang berbeda dengan situasi saat ini.
Karena itu, dia mengapresiasi produsen obat yang berhasil membuat produk OMAI yang dihasilkan dari bahan baku dalam negeri.
Selain harus melintas di atas jalan layang (flyover), jalan tol, dan jalan bawah tanah (underpass) yang bertumpuk di perempatan Kuningan, ahli teknik sipil asal Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga harus memeras otak untuk memastikan kemiringannya.
Pemerintah terus mendorong peningkatan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan mengajak untuk meningkatkan usaha berbasis teknologi dan inovasi.