Ferkat Jawdat mendesak dunia internasional mengambil tindakan tegas atas upaya China, memata-matai etnis minoritas Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang.
AS memasukkan 28 perusahaan China, termasuk beberapa startup kecerdasan buatan China ke daftar hitam perdagangannya sebagai tanggapan atas dugaan penindasan terhadap etnis Uighur di provinsi otonom Xinjiang.
Kementerian Luar Negeri China menuduh pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memfitnah Beijing, dan mencampuri urusan dalam negerinya.
Kampanye represif China di Xinjiang bukan tentang terorisme, tetapi untuk menghapus kepercayaan dan budaya Muslim warganya sendiri.
Sebagian besar Muslim Uighur dan minoritas lainnya yang menghuni kamp penahanan massal di Xinjiang, China, sudah dipulangkan.
Arab Saudi berkelit soal surat pernyataan yang ditandatangani bersama 36 negara, terkait dukungan untuk kebijakan China terhadap Muslim di Xinjiang.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) MPR RI Muh. Asri Anas mengecam keras tindakan pemerintah China terhadap minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China
Kofler menyatakan pemerintah Jerman terkejut dengan berita-berita penahanan rakyat etnis Uighur Turki di kamp-kamp di China, terutama di wilayah Xinjiang.
Publik internasional harus memberikan sanksi terhadap China atas penahanan massal etnis Uighur di wilayah Xinjiang barat
Satu juta orang ditahan sewenang-wenang di kamp-kamp pengasingan di wilayah Xinjiang barat laut China.