Kalangan dewan menilai janji pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia hanya akal-akalan. Kesejahteraan tidak akan pernah terwujud.
Negara juga tidak boleh menggantungkan penerimaannya hanya pada sektor sumber daya alam
Inalum setidaknya mengeluarkan dana sekira US$3,85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
Jumlah warga yang mengungsi dari Tembagapura ke Timika hingga Senin mencapai 1.527 orang. Ribuan warga ini berasal dari Kampung Waa Banti, Kimbeli, Kali Kabur dan Banti
Ajakan ini tertuang dalam Ikrar Kebangsaan yang ditandatangai antara pimpinan MPR RI, DPR RI, DPD RI dengan PT Freeport Indonesia yang diwakili Presiden Direktur Tony Wenas.
DPR juga meminta Freeport menjelaskan perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga
Rumah dan bangunan masing-masing seluas 671 m2 dengan perkiraan nilai jual Rp1,104 milliar dan 635 m2 dengan perkiraan nilai jual Rp1.182 miliiar.
Tenaga kerja langsung PT Freeport Indonesia sebanyak 6.943, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang
BIN dinilai berhasil dalam melakukan operasi cipta kondisi Papua aman dan damai.
PTFI saat ini merupakan pemegang IUPK Operasi Produksi yang mayoritas sahamnya telah dimiliki Indonesia melalui PT Inalum.