Untuk pertama kalinya, sejak Mei 2016, Donald Trump kembali memenangkan polling atas rivalnya, Hillary Clinton, yang baru-baru ini tersangkut skandal atas email pribadinya.
Hillary Clinton menyerukan kepada Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk membeberkan semua informasi terkait informasi yang masuk ke dalam email pribadinya.
Jay Z hanya tampil dalam beberapa pertunjukan dalam dua tahun terakhir karena fokus di perusahaan Tidal miliknya.
Dalam soal Perang Suriah, Trump menuding Hillary akan menjerumuskan AS ke dalam perang dunia yang posturnya lebih agresif.
Pasukan Irak dan Kurdi, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah melakukan serangan besar di daerah sekitar kota Mosul, yang merupakan benteng terakhir pasukan IS di Irak.
"Pemilu jelas-jelas telah dicurangi oleh media yang tidak jujur dan bias mendukung Hillary Bajingan, tapi juga (dicurangi) di banyak bilik suara, SEDIH," cuit Trump di Twitter.
Video pelecehan kepada perempuan yang beredar itu sudah cukup memberikan gambaran sesungguhnya perilaku Trump.
Kedua kandidat, tanpa berjabat tangan, saling menyapa, langsung membuka pidato dengan menyerang sisi personal capres. Selama 90 menit, kedua capres memberikan kecaman.
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange berjanji akan membocorkan satu juta dokumen yang terkait dengan pemilu Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan mendatang.