Peringatan itu terjadi ketika Pyongyang telah meningkatkan uji coba senjata dan menunjukkan kekuatan militer di tengah pembicaraan denuklirisasi yang terhenti dengan Amerika Serikat dan pemerintahan konservatif yang akan datang di Korea Selatan.
Korea Utara Jumat (23/4) mengklaim berhasil menguji coba rudal Hwasong-17, ICBM jarak jauh yang menurut para analis mungkin mampu membawa banyak hulu ledak. Rudal ini pertama kali diluncurkan pada parade militer pada 2020.
AS pada Jumat menyerukan resolusi untuk memperbarui dan memperkuat rezim sanksi terhadap Pyongyang di Dewan Keamanan PBB.
Peluncuran itu merupakan uji coba kedelapan tahun ini, dan yang pertama sejak Januari ketika Korea Utara yang bersenjata nuklir menembakkan sejumlah rekor rudal.
Korea Utara mengkonfirmasi telah menembakkan "rudal balistik jarak menengah" Hwasong-12 pada Minggu (30/1).
Korea Utara sebelumnya mengatakan, Hwasong-12 dapat membawa hulu ledak nuklir berat berukuran besar.
Hwasong-15 mampu menempuh jarak 12.874 kilometer (8.000 mil), atau mencapai benua Washington.
Akhir November 2017, Pyongyang menembakkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15.
Banyak analis berbondong-bondong mengamati rudal balistik antarbenua Pyongyang`s Hwasong-14 dan Hwasong-15, karena rudal sangat misterius.
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari amat menyayangkan dan mengecam keras peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru Hwasong-15 oleh Korea Utara (Korut), baru-baru ini.