Deteksi dini kanker payudara melalui metode Periksa Payudara Sendiri (Sadari), bukan untuk menggantikan peran dokter. Kendati demikian, Sadari berguna untuk mengetahui adanya benjolan, yang merupakan salah satu gejala kanker payudara.
Kanker payudara tidak hanya momok menakutkan bagi semua kaum hawa. Laki-laki pun demikian. Pasalnya, kanker pembunuh nomor satu ini juga berpeluang terjadi pada kaum adam.
Dalam rangka mencapai visi Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) tak pernah lelah menggandeng banyak pihak untuk menekan angka kanker payudara di Indonesia.
Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, mengapresiasi penandatanganan kerja sama antara Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dengan Komunitas Peduli Kanker Payudara (KPKP) Kabupaten Tangerang, untuk proyek percontohan (pilot project) telementoring Extension of Community Healthcare (ECHO).
Ketua Peraboi, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, menyebut belum ada regulasi yang mengatur tentang apa yang harus dilakukan masyarakat, setelah terdiagnosis dugaan kanker, khususnya kanker payudara.
Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi) mengapresiasi upaya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), menggencarkan deteksi dini kanker payudara melalui Periksa Payudara Sendiri (Sadari).
Ada gejala-gejala kanker payudara yang patut diwaspadai. Jika tidak mendapatkan pengobatan segera, peluang bertahan hidup akan semakin menipis.
Ketua Yayasan Kanker Payudara (YKPI) Linda Agum Gumelar meminta pasien kanker payudara tidak menunda pengobatan ke rumah sakit.
Kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan. Penyakit itu saat ini merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.
Banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat seputar kanker payudara. Salah satunya, perempuan dengan payudara besar rentan mengidap penyakit mematikan ini.