Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap skema jual beli kuota haji khusus antar biro travel haji.
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi kasus dugaan korupsi kuota haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 oleh Kementerian Agama
Oknum pegawai Kemenag itu meminta uang sejumlah 2.400 dolar Amerika Serikat per kuota.
Hal itu yang membuat pihaknya tidak ingin gegabah buru-buru untuk menetapkan para tersangka.
Peluang itu terbuka setelah sebelumnya KPK memeriksa Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Syarif Hamzah Asyathry pada Kamis, 4 September 2025.
Khalid disebut berangkat sebagai pembimbing rombongan jemaah melalui visa haji khusus yang berasal dari kuota tambahan 20.000 visa. Namun ia membantah terlibat, dan menyatakan sebagai korban penipuan salah satu pihak travel.
KPK menyatakan saat ini jumlah uang yang dikembalikan masih dalam proses penghitungan
Tiket hanya bisa dibeli di event Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2025 yang akan berlangsung pada 19–21 September 2025 di Pakuwon Mall, Yogyakarta.
KPK menjelaskan biro perjalanan haji mendapatkan kuota haji khusus yang berasal dari kuota tambahan tersebut dari asosiasi biro perjalanan haji.
KPK meminta masyarakat untuk bersabar dan terus mengawasi kerja-kerja pemberantasan korupsi.