Kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu (1/3) di mana mereka menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang perkembangan konflik bersenjata di kawasan Eropa.
Gedung Putih memberi waktu 30 hari kepada lembaga pemerintah untuk menghapus aplikasi TikTok milik China di perangkat milik pemerintah.
Kedua belah pihak akan bekerja sama mencegah kekerasan lebih lanjut dan menegaskan kembali perlunya melakukan de-eskalasi di lapangan.
Negeri Tirai Bambu masih menyimpan keraguan tentang kemampuannya untuk melakukan serangan mengingat pengalaman Rusia dalam perangnya dengan Ukraina.
Pada Jumat (24/2), Negeri Tirai Bambu merilis 12 poin tentang konflik dan menyerukan pembicaraan damai yang mendesak serta penyelesaian politik untuk krisis Ukraina.
Militer China akan mengambil catatan dari invasi Rusia ke Ukraina, yang dimulai satu tahun lalu dengan Rusia gagal merebut Kyiv pada hari-hari pembukaan perang.
Pernyataan kanselir datang saat Beijing bersiap mempresentasikan rencana perdamaian untuk konflik Ukraina minggu ini, tepat pada peringatan pertama invasi Rusia pada 24 Februari ke tetangganya.
Al-Shawwa ditembak dalam serangan semalam tentara Israel di kamp pengungsi Balata di kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki utara pada 8 Februari.
China sangat khawatir bahwa konflik Ukraina bisa lepas kendali.
Karena bisa saja ada kader, baik kader baru, kader lama partai yang misalnya enggak setuju dengan keputusan ketuanya karena kepengurusan level kan punya hak mengajukan di KPUD-nya masing-masing itu bisa jadi sentrum konflik baru.