Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terkait dengan elektabilitas bakal calon presiden pada Pilpres 2024.
Bang Andi Arief tidak menuding partai manapun, mestinya tak direspon secara berlebihan. Lagi pula interaksi dan tindakan dalam politik moderen dibangun dalam bingkai rasional, tak boleh baper. Jadi ini tak perlu dijadikan polemik.
Yenny Wahid Bakal Cawapres Terkuat di Pilpres 2024
Pertama, kita setuju segera deklarasi. Kenapa, karena ini tinggal 6 bulan lagi nih. Waktu enam bulan itu waktu paling minimal untuk kita bisa penetrasi ke akar rumput yang efektif.
Katakan ke teman-teman Koalisi Perubahan khususnya Demokrat, Bapak Andi Arief (Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat), bukan kita saling menuding toh, perbanyaklah sabar dan berikanlah kepercayaan itu kepada Mas Anies. Semakin sering mendesak Mas Anies publik akan mencurigai ada maksud, ada udang di balik batu.
Litbang Kompas kembali merilis hasil survei terkait dengan elektabilitas bakal calon presiden di Pilpres 2024. Dalam simulasi tiga nama, Ganjar Pranowo unggul dari Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Pengamat komunikasi politik, Ratna Puspita menilai Nahdlatul Ulama (NU) bakal kembali memainkan peran penting pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Gelora Indonesia dihadapan jajaran elite Partai Gerindra secara resmi bergabung bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024, Sabtu (19/8).
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi PSI beberapa waktu lalu. Pertemuan itu memunculkan narasi bahwa Prabowo merupakan sosok yang terbuka dibandingkan dengan PDI Perjuangan.
Ganjar Pranowo dinilai sosok yang tegar dalam berpolitik. Hal itu terlihat dari cara Ganjar merespon dukungan Golkar dan PAN kepada Prabowo Subianto.