Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) untuk sementara ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes).
Kesepakatan senilai hingga 350 juta dolar AS untuk 10 juta dosis vaksin akhirnya berhasil ditandatangani pada bulan lalu, yang akan disumbangkan kepada pemerintah untuk didistribusikan.
Sebagai pejabat negara yang digaji oleh rakyat, seharusnya mereka memberi contoh dan teladan yang baik. Jangan sampai bersikap sewenang-wenang dan mendahulukan kepentingan sendiri.
Syarief Hasan juga menilai Pemerintah harusnya bisa mengutamakan vaksin buatan dalam negeri.
Perusahaan itu mengatakan telah memberi tahu Moderna dan meminta penyelidikan segera. Hingga kini Moderna belum memberikan komentar kepada media terkait hal tersebut.
Pemerintah menargetkan suntikan vaksin sebanyak 50 juta dosis setiap bulan mulai September hingga Desember.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah memperbaiki metode penyaluran vaksin Covid-19 ke daerah.
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto mengecam sikap Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan yang lebih mengutamakan pendirian pabrik vaksin dari China dibandingkan mendukung riset dan produksi vaksin dalam negeri.
Pemerintah juga kemungkinan akan memberikan persetujuan penuh terhadap vaksin Moderna dan Johnson & Johnson dalam beberapa minggu mendatang dan kemungkinan anak-anak diizinkan untuk divaksinasi musim gugur ini.