Iran menyatakan siap untuk menjadi penengah konflik Turki dan Suriah. Demikian disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu (8/2).
Turki mengancam akan melancarkan serangan balik ke Suriah, jika pos-pos militernya di benteng oposisi di Idlib diserang.
Pesawat yang merupakan pesawat dari maskapai penerbangan murah Turki bernama Pegasus Airlines
Gulen meramalkan pemerintahan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akan berakhir seperti jatuhnya rezim Adolf Hitler di Jerman, atau Josep Stalin di Rusia.
"PERPAKI ingin memastikan kemudahan bagi para pengusaha Turki untuk berbisnis, mendistribusikan dan mengkonsumsi produk briket arang kelapa Indonesia,” kata Ketua Umum PERPAKI, Yogi Abimanyu
Setidaknya lima bangunan runtuh di kota Sivrice, sebuah kota wisata tepi danau dengan sekitar 4.000 orang.
Mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya bukanlah suatu pilihan, tetapi kewajiban sesuai dengan Resolusi Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) 2259.
Rezim Suriah tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Turki dan Rusia.
Pesawat tempur Rusia menghantam sejumlah kota yang dikuasai gerilyawan di Idlib selatan untuk pertama kali pasca diberlakukannya gencatan senjata
Adnan Tanriverdi menyebut ekspansi militer terbaru Turki ke Libya merupakan upaya untuk menyambut datangnya juru selamat, Imam Mahdi.