Pasar Tani merupakan salah satu gerakan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan 12 komoditas utama selama Ramadan.
Keberanian pemerintah dalam mengintervensi pasar, harus dimulai sejak awal dengan skema kebijakan yang win-win solution kepada para pelaku bisnis perkebunan sawit swasta yang memonopoli hampir 56 persen dari 16,4 juta Hektar lahan sawit Indonesia saat ini. Tentunya dengan pendekatan politik kebijakan yang mengedepankan kepentingan nasional.
Komoditas peternakan yang sering disebut emas putih ini terbukti strategis di pasar ekspor dan diminati banyak negara.
Tergelar pasar tani seperti ini adalah wujud nyatanya, kerjasama dengan Pemda, Polri dan TNI untuk memastikan ketersediaan pangan strategis
Turut prihatin atas musibah kebakaran di Pasar Gembrong. Ini menjadi duka kita bersama menjelang Lebaran. Semoga para korban diberi kesabaran. Kita juga harus mengambil hikmah dari peristiwa itu.
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan pangan pokok tersedia dan terjangkau menghadapi bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1443 H.
Masyarakat pemegang kupon dapat berbelanja 12 bahan pangan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono, mengungkapkan modal asing masuk ke pasar saham senilai Rp3,15 triliun, sementara Rp2,71 triliun modal asing keluar dari pasar surat berharga negara (SBN).
Ini merupakan pertama kalinya, sapu lidi dengan jumlah 25 ton atau senilai Rp 147 juta asal Sulawesi Barat memasuki pasar global.