Rouhani mendorong seluruh dunia, untuk mengutuk Presiden Trump yang melakukan tindakan yang salah tersebut.
para penandatangan Eropa untuk perjanjian nuklir tahun 2015 - Perancis, Inggris dan Jerman - memilih untuk tunduk pada penindasan Amerika
Iran percaya pada diplomasi, tetapi tidak bukan menegosiasikan kesepakatan yang sudah cicapai antara Iran, Uni Eropa, Jerman dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, China dan Rusia pada Juli 2015.
Pesan yang ditransmisikan ke seluruh provinsi terpadat di negara itu, disertai dengan suara peringatan darurat yang melengking.
Pergolakan baru-baru ini yang menimpa wilayah tersebut secara tidak terduga merupakan akibat dari tindakan ilegal AS, termasuk penarikan dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran tahun lalu.
Yang terbaru, presiden asal Partai Republik itu mendesak sejumlah negara untuk meninggalkan perjanjian nuklir 2015, yang selama ini digunakan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran.
Trump meminta Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan China untuk memutuskan perjanjian nuklir internasional 2015 atau yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dengan Iran.
Penarikan Trump pada 2018 dari perjanjian itu dan penerapan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan terhadap Iran yang memulai intensifikasi ketegangan antara kedua negara
Keputusan itu menyusul pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibukota Irak, Baghdad pada Jumat pekan lalu.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menyebut, hal ini menjadi akhir kesepakatan yang diteken enam negara tersebut.