Keenam lembaga survei itu meliputi LSI Denny JA, Indobarometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking dan Voxpol
Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta kepada seluruh lembaga survei tidak mencuri start dalam melakukan hitung cepat atau quick count usai pencoblosan Pemilu pada 17 April 2019.
Jelang pencoblosan Pilpres pada 17 April 2019, Indonesia Network Election Survey (INES) merilis hasil survei terbaru terkait dengan potensi perolehan suara dari dua pasangan capres-cawapres.
Pasangan Jokowi-Ma`ruf unggul di empat wilayah, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno di tiga wilayah.
Publik mengaku merasa puas dengan partai politik (Parpol) terkait dengan isu ketenagakerjaan di tanah air.
Tingkat kepuasan publik terhadap partai politik (Parpol) dalam isu penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi dinilai cukup rendah.
Direktur Eksekutif Indexpolitica Denny Charter menilai kredibilitas lembaga survei Precision Public Policy Polling (PPPP) Amerika perlu dipertanyakan. Apalagi keberadaan dan jejak digitalnya juga tidak bisa dilacak.
Padahal survei semua mengatakan tidak ada yang menang. Paling (Prabowo) kalah tipis atau kalah banyak.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Jokowi-Ma`ruf Amin diprediksi bakal kalah dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Jokowi kembali unggul saat simulasi dua nama diujikan. Capres Jokowi unggul 43,8 persen atas capres Prabowo Subianto yang mendapat 40,3 persen. Sekitar 15,9 persen belum memilih nama capres.