Bulog terus meningkatkan kerjasama dengan Kemensos, pihak transporter dan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan pengawasan mengingat program ini merupakan program yang langsung besentuhan dengan masyarakat.
Karlin, berhasil mengembangkan inovasi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan yaitu dengan melakukan sistem budidaya padi tanpa menggunakan bahan racun kimia sintetik .
Dengan Propaktani petani kedepannya tidak lagi menjual gabah basah tetapi dikeringkan dengan oven dan digiling menjadi beras medium dan premium sesuai pesanan pasar.
Saat ini Bulog dipercaya menyediakan beras untuk Program Bantuan Sosial (Bansos) dan itu sudah disiapkan oleh seluruh jajaran Bulog seluruh Indonesia dengan kualitas beras baik sesuai dengan ketentuan.
Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar.
Kepercayaan kepada Gapoktan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar menunjukkan, perangkat pemerintah Kabupaten Blitar sangat mendukung produksi petaninya sendiri dengan mempercayai penyediaan Bansos bagi warga yang terdampak COVID-19.
Bantuan yang diberikan berupa uang, beras dan makanan untuk sekitar 30 orang Anak Yatim Piatu
Apabila betul terbukti ada ketidaksesuaian kualitas beras yang diterima, maka Perum Bulog akan segera mengganti beras tersebut.
Bansos tahap II ini akan dilaksanakan sampai 10 September 2020 mendatang sebanyak 18.000 ton beras dari Perum Bulog Indonesia.