memiliki SDM berkualitas akan membuat mendongkrak posisi Bumi Pertiwi menjadi negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia.
Hanif menilai kondisi tersebut disebabkan karena kualitas lulusan perguruan tinggi yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja
Kepala BLK Kendari Herman mengatakan mayoritas pengganguran di Sulawesi tenggara khususnya kota Kendari berlatar belakang pendidikan SD, SMP, SMA.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menilai saat ini pemerintah telah menyiapkan program untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi revolusi industri 4.0.
Di hadapan ratusan ibu Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 8 Februari 2019, Wakil Ketua MPR Mahyudin menuturkan Indonesia dikarunia oleh Allah dengan kekayaan alam yang melimpah dan luar biasa.
Menurutnya, pendidikan vokasional merupakan hal penting dalam meningkatkan sumber daya manusia.
Aisyah Gamawati, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu menuturkan bahwa selama ini biasanya pembangunan infrastruktur lebih menjadi fokus utama dalam sektor pembangunan.
Hanif mengakui banyak problem SDM di angkatan kerja termasuk lulusan SMK. Hingga saat ini profil ketenagakerjaan secara keseluruhan di tahun 2018 masih menantang. Dari 131 juta angkatan kerja, 58 persen masih lulusan SD/SMP.
Pembangunan desa saat ini tak hanya fokus pada infrastruktur, namun mulai bergeser pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan ekonomi desa.
Selama ini dinilai memang ada ketidaksesuaian antara kebutuhan SDM dan ketersediaan sesuai dengan Survei Bank Dunia 2008.