Mereka bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di BRI Tahun 2020-2024.
KPK menyebut kelima tersangka itu telah memperkaya diri sendiri, orang lain ataupun korporasi sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp744,5 miliar
Uang puluhan miliar itu disita dari rekening milik pihak-pihak yang diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini pada Senin, 7 Juli 2025 dan Selasa, 8 Juli 2025.
KPK belum bisa menyampaikan hasil dari penggeledahan tersebut lantaran upaya paksa itu masih berlangsung.
Komisi VI DPR RI berkaitan dengan Danantara dalam pengelolaan BUMN. Sementara itu Komisi XI DPR RI memiliki kaitan dengan Danantara mengenai pengelolaan penugasan negara dan pemberian subsidi, guna memastikan kelancaran distribusi barang atau jasa bagi masyarakat dan menjaga stabilitas harga ekonomi.
Direktur Utama Wamildan Tsani, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi jajaran direksi yang telah menyelesaikan masa tugasnya
Pencegahan diajukan KPK melalui Direktorat Jenderal Imigrasi pada 26 Juni 2025. Status pencegahan aktif pada 27 Juni 2025.
Budi mengatakan barang bukti yang disita yaitu dokumen, catatan keuangan, tabungan dan beberapa bukti elektronik.
KPK mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.