Kendati demikian, reli minyak lebih dari seminggu melambat karena optimisme seputar pembicaraan perdagangan AS-China mulai memudar.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$57,77 per barel pada 01.13 GMT, naik 44 sen, atau 0,8 persen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$56,12 per barel pada 05.42 GMT, naik 17 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$45,93 per barel pada 01.52 GMT, turun 61 sen atau 1,3 persen dari penyelesaian terakhir mereka.
Produksi Rusia mencapai rekor pada Rabu ini. Sementara data resmi menunjukkan produksi AS mencapai rekor pada Oktober, dan Irak mendorong ekspor minyak pada Desember.
Minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$54,31 per barel pada pukul 01.26 GMT, naik 51 sen atau satu persen
Minyak mentah Brent turun US$1,67 per barel, atau 3,1 persen ke level terendah US$52,80 sebelum pulih menjadi sekitar US$53,30 pada 10.10 GMT
Patokan internasional minyak mentah Brent diperdagangkan pada USD62,11 per barel pada Selasa 0600 GMT dengan kenaikan 0,3 persen, setelah ditutup pada Senin di USD61,89 per barel.
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada Selasa (20/11), menyudahi kenaikan beruntun selama empat hari terakhir
Sebelumnya, harga minyak mentah Brent turun di bawah USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak April tetapi diperdagangkan di atas USD71 per barel pada Senin.