Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 yang akan datang, harus mengirimkan pesan yang jelas kepada Taliban Afghanistan tentang syarat-syarat pengakuan internasional.
Presiden Emmanuel Macron melunak pasca melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS, Joe Biden.
Kalimat berbahasa Prancis itu ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang marah besar setelah Inggris, AS, dan Australia menyepakati proyek kapal selam nuklir. Sebagaimana diketahui, Australia sebelumnya menyepakati proyek kapal selam bernilai miliaran dolar dengan Prancis.
Panggilan ini dilakukan di tengah kemarahan Prancis atas pembatalan pesanan kapal selam senilai US$40 miliar oleh Australia.
Presiden AS Joe Biden akan berbicara melalui telepon dengan Presiden Emmanuel Macron dalam waktu dekat.
Kanada, Israel, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan banyak negara Eropa telah mengumumkan memboikot pertemuan tahun ini.
Ribuan orang di Paris, Prancis, dan sejumlah kota besar lainnya memprotes syarat vaksinasi untuk mengakses fasilitas umum.
Ponsel Macron ada dalam daftar target yang diawasi oleh Maroko, perangkat lunak milik Pegasus NSO Group. Pemimpin Prancis pun langsung menyerukan penyelidikan.
Penduduk di kepulauan lebih dari 100 pulau yang terletak di tengah antara Meksiko dan Australia berharap Macron meminta maaf dan mengkonfirmasi kompensasi untuk korban radiasi.