Balon China, yang dibantah Beijing sebagai kapal mata-mata pemerintah, terbang selama seminggu di atas AS dan Kanada sebelum Presiden Joe Biden memerintahkannya untuk ditembak jatuh.
AS mengatakan balon itu dilengkapi untuk mendeteksi dan mengumpulkan sinyal intelijen, tetapi Beijing bersikeras itu adalah pesawat cuaca yang terbang keluar jalur.
Insiden balon tersebut mendorong Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken untuk membatalkan rencana lawatannya ke Beijing pada Jumat (3/2).
Hal itu disampaikan WHO setelah Beijing merilis data baru yang menunjukkan lonjakan besar dalam kematian terkait COVID-19.
Penerbangan ini merupakan bentuk sinergi antara Citilink, Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia Beijing (KBRI Beijing) dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia.
China tuding AS lakukan puluhan ribu serangan siber.
Empat kabinet Hong Kong baru di bawah sanksi AS.
Jepang protes China atas pengembangan sumber daya Laut China Timur.
Panggilan itu adalah percakapan pertama yang dilaporkan antara kedua menteri luar negeri sejak 1 Maret, ketika Kuleba meminta Beijing untuk menggunakan hubungannya dengan Moskow untuk menghentikan invasi Rusia.
Beijing, yang telah menjalin hubungan lebih dekat dengan Moskow, telah menolak untuk mengutuk tindakan Rusia di Ukraina