Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman.
Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta setempat juga terus mendorong semangat para petani dalam menanam padi dengan menggelorakan slogan bahwa di Purwakarta setiap hari ada tanam dan setiap hari ada panen.
Kementan telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.
Peningkagan ini berdasarkan data hasil pencapaian pada 2019-2020 yang mengalami peningkatan yang luar biasa, terutama peningkatan untuk produk domestik bruto (PDB).
Salah satu varietas yang diloloskan adalah padi sawah protein tinggi yang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat semata, tetapi juga fungsi kesehatan dengan kadar protein tinggi.
Kementan tidak pernah merekomendasikan penggunaan pengendalian hama tikus yang membahayakan jiwa petani maupun masyarakat.
Sebelum menggunakan alsintan produksi rata-rata sebesar 6,3 ton per hektare, namun dengan menggunakan combine harvester hasil panen pun meningkat.
Kecenderungan penggunaan pupuk kimiawi yang semakin meningkat menjadikan lahan menjadi tandus kurang subur dikarenakan tanah tidak memiliki lagi cacing, mikroba.
Korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, namun juga untuk meningkatkan komoditas berbasis ekspor.
Hasil korporasi benih Inpari Nutri Zinc ini rencanannya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan benih kaya nutrisi di wilayah Kulon Progo.