Teheran telah melewati batas pengayaan uranium 3,67 persen yang ditetapkan kesepakatan nuklir 2015 dan mencapai sekitar 4,5 persen.
Netanyahu sekali lagi meminta Eropa untuk menjatuhkan sanksi hukuman terhadap Teheran, yang sebelumnya sudah dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat (AS).
Keputusan itu diambil setelah anggota pakta nuklir 2015 dari kalangan Eropa menghabisakan waktu selama 60 hari tanpa mampu mengimbangi dampak buruk dari penarikan sepihak Amerika Serikat (AS) dari perjanjian itu.
Tenggat 60 hari yang diberikan Iran kepada Eropa untuk memenuhi kewajibannya pada kesepakatan nuklir 2015 berakhir pada 8 Juli 2019
pertemuan yang diminta AS dijadwalkan akan difokuskan pada kebijakan Iran melampaui batas 300 kg cadangan uranium yang diperkaya rendah, seperti diatur pada JCPOA.
Teheran akan menaikkan batas 3,67 persen ke tingkat mana pun yang mungkin diperlukan untuk perdamaian.
Keputusan Iran memproduksi uranium yang diperkaya rendah melampaui batas 300 kilogram sebagai imbas penghianatan Amerika Serikat.
Kebijakan itu merupakan langkah terbaru Teheran untuk meningkatkan tekanan terhadap Eropa, yang mencoba menyelamatkan pakta nulir 2015.
Kepala IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Iran sekarang memproduksi uranium yang lebih diperkaya daripada sebelumnya, tetapi tidak jelas kapan akan mencapai batas persediaan 300 kg yang diatur dalam pakta nuklir 2015.
Laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang dikirim ke negara-negara anggota badan tersebut, menyebutkan bahwa Iran tetap berada dalam batasan, termasuk memperkaya uranium dan stok uranium yang diperkaya.