Israel dikenal sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, namun tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki bom atom.
Ketiga negara Uni Eropa (UE) itu gagal memenuhi komitmennya masing-masing dalam perjanjian nuklir 2015.
Iran tidak akan pernah berusaha memulai perang, namun mengingatkan, siapa pun yang melancarkan perang melawan Iran tidak akan menjadi orang yang mengakhirinya.
Kembali pada perjanjian nuklir tahun 2015 yang Iran capai dengan enam negara adidaya adalah satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Perjanjian multilateral masih dapat berjalan meskipun tanpa Amerika Serikat (AS).
Iran tidak akan melakukan negosiasi di tingkat apa pun dengan Amerika Serikat (AS).
AS menyebut kesepakatan nuklir 2015 sebagai kesepakatan terburuk meski, ada catatan verifikasi dan transparansi dari IAEA.
Delegasi dari 171 negara anggota akan membahas penguatan efektivitas implementasi upaya perlindungan dan memanfaatkan lebih banyak ilmu dan teknologi nuklir untuk pembangunan.
Iran bersedia implementasi kesepakatan nuklir sepenuhnya setelah perjanjian dengan tiga negara Eropa untuk mengimplementasikan kesepakatan dipenuhi.
Amerika Serikat berencana mempertahankan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.