Partai Golkar tidak mau ambil pusing soal dukungan Partai Demokrat terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Demokrat menggulirkan dukungan terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Demokrat mengaku lebih senang jika poros ketiga atau poros baru bisa dibentuk dengan sejumlah partai politik untuk mengusung pasangan Capres dan Cawapres di Pilpres 2019.
Di tengah sepinya bursa Pilpres 2019, DPC PKB Banyumas mendorong duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Capres 2019.
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) unggul dalam hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasnagan Rindu menang dengan perolehan 32,98 persen.
Pasangan Syahri-Maryoto yang diusung PDIP dan NasDem ini meraih 59,8 persen suara. Sedangkan rivalnya, Margiono-Eko Prisdianto yang diusung sembilan parpol hanya memperoleh 40,2 persen suara.
Kendati kalah dari pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dinilai cukup mengejutkan karena mampu meraup 40 persen dukungan suara.
Kedatangan karangan bunga tersebut merupakan wujud dukungan terutama dari tokoh-tokoh nasional kepada pasangan HADIST atas raihan suara baik quick count maupun real count.
Pasangan calon yang diusung oleh PPP, Gerindra, dan PKB ini mengungguli empat pasangan calon lainnya.
Dari hasil quick count Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), pasangan Milton-Boyman unggul dengan raihan 39,8 persen dibanding pasangan lain di Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar).